
Kamis, 16 April 2026, Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Bengkulu sukses melaksanakan Workshop Penyusunan dan Revisi Kurikulum yang berfokus pada Outcome-Based Education (OBE) di Wings Kiri Laboratorium FKIP, Universitas Bengkulu. Acara ini digerakkan oleh perubahan yang terjadi di dunia kerja saat ini, di mana lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memiliki dasar akademik yang kokoh, tetapi juga pengalaman praktis yang sesuai dan kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Workshop ini menghadirkan seorang pakar, Dr. Achmad Samsudin, M. Pd., yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Terintegrasi S1 dan S2 Pendidikan Fisika di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dalam presentasinya, Dr. Achmad Samsudin, M. Pd., memberikan penjelasan mendalam tentang kerangka kurikulum OBE, yang mencakup aspek seperti penentuan Profil Lulusan, pengembangan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), CPMK, sampai ke perancangan tugas dan instrumen evaluasi yang terukur. Dr. Achmad Samsudin, M. Pd., menekankan pentingnya karakteristik kurikulum OBE yang fokus pada penguatan kemampuan teknis dan soft skills, di mana mahasiswa didorong untuk berpartisipasi dalam proyek nyata melalui program magang yang berdampak dan bersifat kolaboratif.

Selama acara berlangsung, semua peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi dan evaluasi terhadap bahan ajar yang tersedia. Inti dari diskusi ini meliputi cara pengembangan alat evaluasi seperti kuis dan soal ujian yang dapat mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa dengan tepat. Selain itu, pembicara juga membagikan pengalaman terkait penerapan digitalisasi dalam pengajaran fisika serta pemanfaatan model pembelajaran yang inovatif guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Melalui pelaksanaan lokakarya ini, diharapkan terwujudnya pembaruan kurikulum yang lebih sesuai dan praktis guna menghasilkan lulusan yang inovatif serta mampu menghadapi tantangan era. Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi pengambilan gambar dan penguatan komitmen bersama untuk segera menerapkan hasil revisi kurikulum tersebut pada tahun ajaran yang akan datang.








